Kamis, 24 Desember 2015

rausyan fikr masa kini

Rausyan Fikr masa kini 
Berkaca dari sebuah teori lama yang keluar dari pemikiran Ali Shariati (bukunya"Membangun masa depan Islam) yaitu tentang Rausyan fikr, Dalam pemikiran Syariati, Rausyanfikr adalah manusia dengan kualitas insan, yaitu manusia yang mampu melepaskan diri dari determinisme alam, sejarah, dan egoisme pribadinya. Modal utama insan adalah kesadaran diri, kebebasan memilih, dan kreatifitas. Syariati sangat menekankan bahwa, Insan atau Rausyanfikr harus terlepas dari kerangkeng egoisme pribadi, dan harus mampu memerdekakan diri dari kekuatan deterministik, serta bertugas untuk menularkan kesadaran diri dan masyarakat pada al-nas.Walaupun secara bahasa Rausyanfikr, berarti jiwa-jiwa yang tercerahkan (The Englighted Souls). atau pemikir-pemikir yang tercerahkan (The Englighted Thinker).  
Dimana teori ini memiliki tujuan demi suatu kebaikan bersama dan memiliki suatu tujuan mulia untuk bagaimana caranya memberikan pendidikan,pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya. Teori ini suatu konsep ideal seorang pemimpin untuk diterapkan didalam suatu wadah perkumpulan atau organisasi,dimana konsep Rausyan Fikr ini mencari suatu kebenaran dalam berfikir demi terwujudnya tatanan lingkungan yang memiliki pola pikir membangun dan mendidik demi suatu tujuan organisasi agar tercapai.  
Konsep inilah yang membuat seorang pemikir dari timur tengah benar-benar mendunia hasil buah karya pemikirannya,dikarenakan Rausyan Fikr ini mencerminkan suatu cara serta solusi agar bagaimana tujuan suatu perkumpulan atau organisasi tercapai.Akan tetapi pada masanya Ali shariati pun kerap menemui kendala dikarenakan pola pikir manusia pada saat itu masih terbelakang dan cendrung memiliki keyakinan terhadap hal hal ghaib dan mistis, sehingga Rausyan Fikr ini sulit diterima dimasyarakat pada masa itu,tetapi tak sedikit orang pula yang memiliki suatu kepercayaan yang berujung pada optimistik dimana ia membuka pemikirannya agar dapat mencerna serta menerapkan Rausyan Fikr dikehidupan bermasyarakat. 
pada masa Ali shariati dalam pembebasan Iran terdapat banyak perkara pula ,diantaranya adalah dimana 2 kubu Intelektual terpecah belah,Kubu pertama adalah kubu yang tetap mempertahankan tradisi lama dengan sangat akut sehingga cendrung kolot dan tanpa perubahan yang membangun,Kubu satunya adalah kubu yang terbawa arus weternisasi,dimana budaya eropa begitu jauh membawa perubahan terhadap tradisi di Iran yang terkenal dengan negara mayoritas islamnya.artinya pada masa revolusi Iran pun diawali oleh suatu perpecahan antara kaum itu sendiri dan itu merupakan tantangan Ali syariati pada masanya.Namun demikian problematika yang terjadi saat masa kini pun tetap terjadi hal-hal perpecahan yang berangkat dari suatu pemikiran yang berbeda. Aneh tapi nyata,maka dari itu penulis katakan bahwa teori Ali shariati terkait Rausyan Fikr ini tetap dapat menjadi landasan untuk menjawab permasalahan kontemporer saat ini,dimana dibutuhkan sebuah konsep ideal untuk menjawab kehidupan yang individualistik ini yang berimbas pada berkuasanya kapitalistik dalam meng-Klaim semua aspek yang menurutnya telah dikuasai. Disamping dengan benar-benar memahami konsep rausyan fikr,kita harus bisa menekankan untuk bagaimana caranya menanamkan kembali serta meningkatkan rasa moralitas dan integritas dengan tujuan membangun bangsa yang mulai bobrok ini. 
Pertanyaannya adalah siapakah orang yang tercerahkan? dia adalah orang yang sadar "dalam keadaan manusia seutuhnya" dimasanya,jika kita korelasikan pada masa kini yang harus sadar dan menguasai konsep Rausyan Fikr ini adalah pemuda pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya,kenapa mahasiswa?karna mahasiswa memiliki beban tanggungjawab dalam membela kaum tertindas dengan intelektualitas yang dimiliki,mahasiswa dibagi menjadi agent of change,agent of social control,and iron stock ,dimana peran mahasiswa menjadi sangat vital untuk bagaimana caranya menguasai konsep rausyan fikr secara bersama-sama membela hak-hak rakyat. Akan tetapi mahasiswa pun masih belum bisa dikategorikan sebagai golongan yang "sadar dan tercerahkan" karna intelektualitas saja belum cukup, perlu adanya moralitas dan integritas yang tinggi untuk dapat membawa perubahan yang signifikan agar mahasiswa dapat mengembalikan kepercayaan rakyat yang mulai pudar kepada mahasiswa. Di masa skrg ini peran mahasiswa sangat dipandang sebelah mata oleh rakyat,bahkan ketika melakukan aksi yang sejatinya adalah demi kepentingan rakyat tetapi malah tidak diterima oleh rakyat,contoh : ketika aksi, masyarakat malah merasa terganggu oleh tindakan masa aksi mahasiswa yang melakukan aksi di tengah jalan,sedangkan maksud tujuan mahasiswa melakukan hal itu ,untuk menarik perhatian pemerintah dan memperlihatkan kepada rakyat bahwa masih ada segelintir orang yang peduli dengan keadaan bangsa Indonesia yang sangat ironi ini.Artinya seorang mahasiswa harus memiliki moralitas yang tinggi,integritas yang memadai agar dapat nantinya menguasai konsep rausyan Fikr ini dengan sempurna,hal ini pun tentunya harus dilakukan mahasiswa secara bersama-sama,mahasiswa harus melepaskan ego sektoral dan menyelesaikan konflik-konflik antar mahasiswa,mahasiswa harus bisa bersatu untuk bagaimana dapat melawan kejahatan yang terorganisir ,karna "kebaikan akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir" 
Jika hal ini telah dilakukan,maka penulis yakin hal ini akan membawa angin segar bagi bangsa indonesia kedepannya,pemuda yang bertajuk mahasiswa telah berada pada koridor perjuangan yang benar jika dapat menyelaraskan antara moralitas dan integritas serta rausyan fikr yang diarahkan demi kemajuan bangsa Indonesia kedepan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar